Solusi lain disaat BBM naik?
BBM naik ? siapa takut! memang seharusnya BBM sudah dinaikkan dari dulu. Bayangkan kalo BBM tetap murah (untuk semua kalangan lho) bisa jadi jalanan makin sesak, polusi makin menjadi-jadi dan gak enak memandang kota lagi.
Tapi BBM seharusnya naik tapi untuk siapa? harus tepat dong, ini adalah beberapa contoh kelompok yang BBMnya harus naik
1 Liter Rp. 35.000
Untuk bensin dengan harga 15.000 rupiah perliter dikhususkan untuk :
a. Pejabat negara setingkat Presiden, Menteri, Kepala-kepala Dinas pusat dan konco-konconya.
b. Pengusaha yang memiliki pemasukan sebulan diatas 600jt rupiah.
1 Liter Rp. 15.000
Untuk bensin dengan harga ini cocok digunakan oleh :
a. Para Gubernur, Bupati, Anggota Dewan yang terhormat, serta konco-konconya.
b. Para Pengusaha Kaya Raya, Rentenir, Direktur Eksekutif serta konco-konconya.
1 Liter Rp. 10.000
Untuk bensin dengan harga ini cocok digunakan oleh :
a. Para Pegawai pegawai dengan level Manager dan Asisten Manager serta konco-konconya
b. Para Anak2 pejabat yang sedang kuliah dengan jumlah mobil berderet2 serta konco-konconya.
1 Liter Rp. 5.000
Ini cocok untuk saya, anda, kamu, dan mereka yang hidup pas-pasan. Dengan penghasilan bulanan berkisar diantara 1-1.5 juta. Makan secukupnya dan hidup secukupnya.
1 Liter Rp. 2.500
Ini cocok untuk angkot biar ongkos angkot jadi murah dan semua orang bisa memikirkan transportasi umum sebagai alternatif yang paling baik
Jadi masih mau ribut dengan kenaikan BBM?
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
wahh.. kalo ada pengelompokkan gitu,, mana pejabat mau ,,,
sampean ini ada² aja prend,,,, ![]()
aku setuju yg harga 2.500 aja ,,,
asli ngakak,,
saya baru baca bahwa ternyata AIR bisa jadi pengganti BBM apabila AIR dan Hidrogen di campur, baca selengkapnya disini http://water4gas.com/2books.htm
Benar2 saya sepakat dengan Een,klo semestinya BBM itu harus naik,tapi harus kepada siapa tarif itu diberlakukan,karena untuk kalangan menengah keatas yang paling banyak menerima subsidi BBM sekitar 45 % sedangkan untuk kalangan bawah seperti kita subsidi BBM kita terima cuman sebesar 10%,jadinya harus diperhatikan pemerintah dalam memberikan tarif BBM jangan semuanya disamaratakan,hehehee.. ntar yang kaya makin kaya, yang miskin tambah miskin..


boleh juga tuh idenya

tapi yang jadi masalah ntar para menteri nyuruh pembantunya buat beli BBM biar dapet murah, nah binun kan kalo gitu